Minggu, 19 September 2010

kondisi alam dan kehidupan sosial masyarakat di Jawa Barat

Letak geografis Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta, menjadikan Jawa Barat memiliki potensi yang strategis bagi pengembangan pariwisata. Selain merupakan pintu gerbang utama Indonesia, DKI Jakarta juga merupakan sumber pasar wisatawan. Disamping itu, keragaman daya tarik wisata yang dimiliki kabupaten/kota di Jawa Barat memberikan alternatif pilihan berwisata yang lebih bervariasi bagi wisatawan.

Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang dapat memanfaatkan potensi sektor lain, terutama sektor vang "ramah lingkungari", di Jawa Barat. Sektor "ramah lingkungan" penyumbang cukup besar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Barat adalah sektor pertanian. Misalnya pada tahun 2004, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Provinsi Jawa Barat mencapai 36,2 milyar rupiah atau sekitar 12,8%. Dilihat dari penggunaan lahan di Jawa Barat, penggunaan lahan untuk pertanian mencapai lebih dari 60%. Kondisi ini semakin memperkuat posisi sektor pertanian sebagai salah satu sektor yang diunggulkan oleh ]awa Barat.

Potensi pertanian, termasuk didalamnya tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan, dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata agro di Jawa Barat sangat besar. Saat ini, beberapa potensi pertanian sudah dikembangkan ke arah wisata agro, seperti perkebunan teh Gunung Mas, Kawasan Agropolitan Cianjur, Taman Buah Mekarsari, Taman Bunga Nusantara, Kawasan Gunung Salak Endah, dan beberapa perkebunan teh lainnya di Cianjur, Subang, Bandung Selatan, Kawasan Jaring Terapung Jangari, dan Balai Inseminasi Buatan di Lembang. Berdasarkan potensi yang dimilikinya, wisata agro dapat menjadi tujuan wisata utama di Jawa Barat pada masa yang akan datang.

Kegiatan agro - pertanian, perkebunan, perikanan, peternakanmerupakan bagian tidak terlepaskan dari sejarah perkembangan budaya di Jawa Barat. Selain dikembangkan dengan cara tradisional, pengembangan budi daya agro di Jawa Barat juga mengadopsi teknologi masa kini untuk menghasilkan produk agro unggulan. Oleh karena itu, wisata agro menjadi suatu wahana untuk memperkenalkan Jawa Barat sebagai provinsi pertanian.

Kawasan wisata yang meliputi wilayah Kabupaten Purwakarta dan Subang, kondisi dan keanekaragaman alamnya yang mendukung, termasuk komoditas pertanian, memberikan potensi besar bagi kawasan ini untuk menjadikan tema wisata agro sebagai unggulannya. Kawasan wisata agro Purwakarta-Subang memiliki daya tarik wisata alam berupa perkebunan teh, perkebunan nanas, sayuran dan buah-buahan, maupun komoditas pertanian lainnva. Kondisi geografis dan geomorfologisnya sebagai kawasan pegunungan memberikan potensi bagi pengembangan komoditas pertanian dataran tinggi untuk juga menjadi daya tarik wisata. Sedikitnya terdapat dua perkebunan teh, diantaranya adalah perkebunan teh Tambaksari.

Kesuburan tanah di kawasan ini tidak dapat dilepaskan dari karakter alam yang berada di daerah gunung berapi. Sebagai bagian dari Gunung (kuno) Sunda, tanah di kawasan ini banyak mengandung unsur vulkanik. Proses alam vulkanik juga telah menjadi daya tarik wisata yang sangat pantas menjadi komponen tema pendukung wisata alam pegunungan (api), seperti air panas Ciater dan Gracia Spa, Air Terjun Cijalu dan Air Panas Ciracas. Sejarah pengembangan kawasan ini, seperti Museum Daerah Subang dan Rumah Sejarah Kalijati, juga menjadi suatu daya tarik pendukung yang relevan dengan tema utama wisata agro.

Pengembangan pasar wisatawan kawasan ini diarahkan pada wisatawan lokal dan regional sekitar kawasan, termasuk wisatawan yang transit atau melalui kawasan ini, khususnya dari DKI Jakarta dan Bandung. Wisnus dan wisman di kawasan wisata unggulan lainnya, terutama yang telah berkembang juga dapat dijadikan sasaran pasar berikutnya melalui pengembangan program pemasaran dan promosi terpadu antar wilayah Provinsi Jawa Barat. Wisatawan rekreasi yang menjadi sasaran utama saat ini dikembangkan untuk juga menjaring wisatawan minat khusus, misalnya untuk kegiatan agro, kesehatan/spa, dan wisatawanDalam rangka pengembangan wisata agro tersebut diatas di beberapa daerahpun telah dan sedang terus dikembangkan. Misalnya saja di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor telah mengembangkan daerah baru di Kawasan Gunung Salak Endah di sebelah barat Bogor sebagai salah satu unggulan daerah sekaligus untuk memeratakan pembangunan ke wilayah-wilayah lainnya. Wisata alam agro yang bernuansa rekreatif, seperti Taman Buah Mekarsari, merupakan jenis wisata yang menjadi unggulan daerah ini. Daya tarik wisata lainnya yang juga menjadi unggulan Kabupaten Bogor adalah Pemandian Air Panas Ciseeng, Penangkaran Rusa, Situs Ciaruteun, Desa Wisata Cimande, Sirkuit Sentul, clan Taman Rekreasi Lido.

Daya tarik alam pegunungan merupakan andalan Kabupaten Cianjur, selain juga potensi perkebunan holtikultura yang dikembangkan sebagai wisata agro. Walaupun jenis wisata yang berkembang di kabupaten ini hampir sama dengan yang berkembang di Kabupaten Bogor, yaitu wisata agro. Tetapi daya tarik wisata agro yang dimiliki Kabupaten Cianjur lebih bernuansa ekowisata. Kawasan Agropolitan Cianjur, Taman Nasional Gunung Gede ­Pangrango, Kebun Raya Cibodas, dan sebagian Kawasan Puncak merupakan daya tarik wisata unggulan di kabupaten ini. Taman Bunga Nusantara yang bernuansa rekreatif juga memiliki keunggulan Kabupaten Cianjur begitu pula dengan Taman Rekreasi Taman Bunga.
Selain wisata agro, Kabupaten Cianjur juga terkenal dengan Kesenian Cianjuran yang menjadi daya tarik seni khas yang potensial untuk dikembangkan. Wisata budaya lainnya yang juga diunggulkan kabupaten ini adalah Istana Kepresidenan Cipanas, situs Gunung Padang, situs Megalith, Makam Dalem Cikundul, dan Kontes Ayam Pelung.

Pariwisata Kota Sukabumi menawarkan daya tarik alam rekreasi, agro, maupun budaya dan sejarah. Daya tarik alam terkait dengan lokasinya di kaki gunung dengan kegiatan pertanian yang banyak terdapat di sekeliling daerah ini. Sementara itu, bangunan peninggalan sejarah yang banyak terdapat di Kota Sukabumi merupakan peninggalan Belanda yang didirikan pada tahun 1815. Rumah tahanan Hatta-Sjahrir merupakan bangunan sejarah

Prioritas pengembangan kawasan pariwisata dalam Kabupatenn Bandung antara lain kawasan budaya Kampung Cikondang, serta kawasan wisata agro Ciwidey yang memanfaatkan potensi pertanian, pemandangan alam, kegiatan penduduk setempat dan budaya pertanian masyarakat.

Sektor pariwisata saat ini merupakan andalan perekonomian Kabupaten Garut, selain pertanian yang berfokus pada agroindustri dan agrobisnis. Objek wisata alam unggulan Kabupaten Garut beragam, terdiri dari alam pegunungan, seperti Kawasan Cipanas, Gunung Guntur, Kawah Papandayan, Kawah Darajat dan Kawah Talaga Bodas; dan alam pantai, seperti Pantai Pameungpeuk, Pantai Santolo, Pantai Gunung Geder, Pantai Cijeruk Indah, Pantai Manalusu, Pantai Cijayana dan Pantai Rancabuaya. Wisata agro dan arung jeram Cikidang merupakan daya tarik wisata minat khusus.

Kondisi alam Kabupaten Majalengka yang didominasi pegunungan dan perbukitan, serta kondisi tanah yang subur merupakan potensi bagi pengembangan pariwisata, terutama yang terkait dengan alam dan kegiatan pertanian. Pemerintah Kabupaten Majalengka saat ini sedang mengembangkan wisata agro sebagai daya tarik wisata utama. Daya tarik wisata alam yang menjadi unggulan daerah adalah wisata agro Lemah Sugih; Curug Muara Jaya yang terletak di Desa Argamukti; Hutan Prabu Siliwangi yang selain menawarkan pemandangan alam, yang sekaligus memiliki daya tarik sejarah; Situ Sangiang yang selain memiliki danau alami juga terdapat makam keramat yang banyak dikunjungi orang untuk berziarah.

Kota Tasikmalaya, yang berpredikat kota dagang ini terkenal dengan industri kerajinan rakyat berupa bordir, tikar, anyaman, payung dan kelom geulis. Sektor pariwisata saat ini belum menjadi unggulan, namun perkembangannya terus berjalan seiring dengan industri kerajinan yang teiah maju. Objek dan dava tarik wisata unggulan Kota Tasikmalaya antara lain sentra industri bordir, wisata agro di Kawasan Urug, wisata alam di Situ Gede dan Situ Lingga Yoni.

Kabupaten Ciamis yang terkenal dengan Pantai Pangandarannya terletak di ujung timur Jawa Barat. Sektor pariwisata merupakan andalan kabupaten ini yang menawarkan pemandangan alam dan kegiatan rekreasi, seperti pantai Pangandaran, pantai Krapyak, pantai Lembah Putri, pantai Batu Hiu dan Green Canyon (Cukang Taneuh). Kegiatan pariwisata di Kabupaten Ciamis mampu menggerakan lapangan usaha lainnya seperti pertanian, perikanan, industri dan perdagangan. Walaupun didominasi oleh pantai, Kabupaten Cimais memiliki potensi budaya yang menjadi unggulan daerah, seperti Kampung Kuta, Situ Lengkong, Karang Kamulyan, Situs Gunung Susuru, Astana Gede Kawali, dan Ronggeng Gunung. Wisata agro Lembah Putri, juga menjadi unggulan kabupaten ini.

kehidupan sosial:


Silih Asah
Silih Asih
Silih Asuh


 

Kata-kata puitis diatas bukan sembarangan puisi, melainkan sebagai filsafat hidup yang dianut mayoritas penduduk Jawa Barat. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk saling mengasuh dengan landasan saling mengasihi dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya, inilah suatu konsep kehidupan demokratis yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, yang akar filsafatnya menusuk jauh ke dalam bumi dalam pengertian hafiah. Berbeda dengan peradaban masyarakat lain di Nusantara, peradaban masyarakat Jawa Barat yang berpenduduk asli dan berbahasa Sunda sangat dipengaruhi oleh alam yang subur dan alami. Itulah sebabnya, dalam interaksi sosial, masyarakat di sana menganut falsafah seperti di kutip di atas.


Selain akrab dengan alam lingkungan dan sesama manusia, manusia  Sunda juga dekat dengan Tuhan yang menciptakan mereka dan menciptakan alam semesta tempat mereka berkehidupan (Triangle of life). Keakraban masyarakat Sunda dengan lingkungan tampak dari bagaimana masyarakat Jawa Barat, khususnya di pedesaan, memelihara kelestarian lingkungan. Di provinsi ini banyak muncul anggota masyarakat yang atas inisiatif sendiri memelihara lingkungan alam mereka.
Keakraban masyarakat Jawa Barat dengan Tuhan, menyebabkan masyarakat di sana relatif dikenal sebagai masyarakat yang agamis, relijius, yang memegang teguh nilai-nilai ajaran agama yang mereka anut yakni agama Islam sebagai agama dengan penganut terbesar, kemudian Kristen (Katolik dan Protestan), Hindu, Budha, dan lainnya. Kendati demikian, dalam proses kehidupan sehari-hari, masyarakat Jawa Barat relatif terbuka saat berinteraksi dengan nilai-nilai baru yang cenderung sekuler dalam suatu proses interaksi dinamis dan harmonis. Peningkatan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama tergambarkan dengan meningkatnya sarana peribadatan. Jumlah Mesjid meningkat dari 43.005 buah pada tahun 2004 menjadi 50.339 buah pada tahun 2005, Gereja Kristen dari 1.536 buah menjadi 1.629 buah, Gereja Katolik/Kapel dari 50 buah menjadi 110 buah, Pura/Kuil/Sanggah dari 24 buah menjadi 25 buah dan Vihara/Cetya/Klenteng dari 171 menjadi 181 buah.

Budaya Jawa Barat didominasi Sunda. Adat tradisionalnya yang penuh khasanah Bumi Pasundan menjadi cermin kebudayaan di sana. Perda Kebudayaan Jawa Barat bahkan mencantumkan pemeliharaan bahasa, sastra, dan aksara daerah, kesenian, kepurbakalaan dan sejarahnya, nilai-nilai tradisional dan juga museum sebagai bagian dari pengelolaan kebudayaan. Pariwisata berbasis kebudayaan yang menampilkan seni budaya Jawa Barat, siap ditampilkan dan bernilai ekonomi.
Untuk melestarikan budaya Jawa Barat, pemerintah daerah menetapkan 12 desa budaya, yakni desa khas yang di tata untuk kepentingan melestarikan budaya dalam bentuk adat atau rumah adat. Desa budaya tersebut adalah sebagai beikut:

  1. Kampung Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung;
  2. Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung;
  3. Kampung Kuta, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis;
  4. Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi;
  5. Kampung Dukuh, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut;
  6. Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut;
  7. Kampung Adat Ciburuy, Desa Palamayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut;

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar